Minggu, 05 April 2009

Peduli "Compassion"

BELAS KASIH vs MASA BODOH

COMPASSION vs INDIFFERENCE

Belas kasih itu meresponi suatu kebutuhan yang mendesak dengan satu kerinduan melakukan apa saja yang diperlukan dapat memenuhinya

DEFINISI

Perkataan splagchnon dari bahasa Yunani diterjemahkan sebagai belaskasihan yang berarti kasihan atau simpati yang mengarah kepada pribadi yang menunjukkan kasih sayang. Orang yang bergerak dengan belas kasih mengacu kepada Tuhan kita Yesus saat Ia merespon kebutuhan orang banyak yang disaksikanNya.

Dalam bahasa Ibrani kata belas kasih dipakai kata racham yang diterjemahkan sebagai mengasihi yang dalam, belas kasih, menunjukkan kasih sayang. Ini biasa dipergunakan menjelaskan kasih sayang yang dimiliki orang tua kepada anak mereka serta kasih yang dinyatakan oleh Allah kepada umatNya

Kata lainnya dari bahasa Yunani adalah eleeo. Dalam kitab Injil ada dikisahkan seorang hamba yang diampuni dan dihapuskan hutangnya yang besar, namun ia sendiri tidak melakukannya kepada sesamanya, padahal memiliki hutang yang jauh lebih kecil daripada hutang yang telah dihapuskanNya. Ia tidak memiliki eleeo. Dari kata dasar inilah kita menemukan kata eleemosynary yang diterjemahkan sebagai penyataan kasih manusiawi.

Konsep lain yang menggambarkan belas kasih adalah kasihan, menyayangkan dari kehancuran, dan menunjukkan rasa kasihan.

Peduli (compassion) adalah Melakukan Yang Diperlukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Yang Mendalam

Kuda Zebra yang sakit atau terluka biasanya tidak dapat mengikuti kegerakan kelompok/kawanannya, sehingga ia akan menjadi mangsa yang empuk bagi penyerang yang mengejarnya.

Akan tetapi, alih alih meninggalkannya untuk menghadapi bahaya maut sendirian, kawanan zebra akan berjalan memperlambat kecepatan supaya zebra yang terluka dapat terpacu bergerak bersama sama.

Apabila ada pengorbanan kecil ditunjukkan kepada seseorang anggota itu dimaksudkan agar anggota yang terluka dapat segera menyelaraskan diri dan menjadi sembuh untuk masuk dalam kegerakan bersama-sama.

“ Orang yang menjadi sahabat ketika saya menderita akan senantiasa saya hargai sedalam-dalamnya. Saya jauh lebih mudah mempercayai mereka yang menolong saya saat melewati daerah yang kelam pekat daripada mereka yang siap menikmati kecerahan masa keemasan saya bersama mereka” Ulysses. S Grant

KEPEDULIAN DI DALAM KELUARGA MENCAKUP :

  • Menyadari kebutuhan satu sama lain akan kasih dan perhatian, serta merencanakan sarana dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan itu
  • Mengenali kebutuhan satu sama lain akan penghormatan serta mendengarkan ide-ide mereka dengan pikiran terbuka
  • Berusaha memahami permasalahan yang menimpa seseorang menurut sudut pandang dan pengalaman orang itu sendiri
  • Bersedia menghentikan aktifitas yang dapat mengecewakan atau menyakiti satu sama lain

MANFAAT KEPEDULIAN BAGI KITA ADALAH :

    1. KESAN YANG BAIK. Orang yang dengan tekun mengusahakan kesejahteraan sesamanya dengan sendirinya ia akan menerima pengakuan serta kesan yang baik dari mereka yang mengamati dan yang mengalami kebaikan orang tersebut.
    2. PERSAHABATAN. Orang yang terlibat dalam kehidupan berinteraksi dengan sesamanya, dengan sendirinya akan memperdalam taraf keintiman dan persahabatannya itu sendiri.

S A Y A A K A N :

  • BERHENTI SEJENAK UNTUK DAPAT MENOLONG SESAMAKU

  • MENDENGARKAN DENGAN BAIK SAAT SESEORANG BERBICARA

KEPADAKU

  • MEMBERI PERTOLONGAN SESUAI KEMAMPUANKU YANG ADA

  • MENCARI PEMECAHAN YANG TERBAIK BAGI SESAMAKU

  • MEMBERI SUPPORT YANG BENAR TANPA MEMBEDA-BEDAKAN

BELAS KASIH DITIMBULKAN OLEH SUATU KEBUTUHAN MENDESAK

  1. Putri Fir’aun jatuh belas kasihan pada bayi ‘Musa’ –‘Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah bayi itu menangis, sehingga belaskasihanlah ia kepadanya dan berkata:, tentulah ini bayi orang Ibrani” (Kel.2:6)
  2. Yesus berbelas kasih pada janda yang berduka. –‘Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya, Jangan menangis! (Luk.7:13) Lalu Ia membangunkan anaknya dari kematian
  3. Orang Samaria yang berbelas kasih pada orang yang celaka.—‘Ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tapi yang memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati,---lalu datanglah seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan’ (Luk.10:30,33)

BELAS KASIH DIHASILKAN DARI PEMAHAMAN ADANYA KEBUTUHAN YANG MENDALAM

  1. Yesus melihat adanya kebutuhan rohani orang banyak.—‘Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kataNya kepada murid muridNya, Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit, karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu’ ( Mat.9:36-38)
  2. Yesus melihat kebutuhan jasmaniah orang banyak dan membawa kesembuhan serta makanan. –Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit…DisuruhNya orang banyak itu duduk di rumput. Dansetelah diambilNya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat…Dan mereka semuanya makan sampai kenyang’ (Mat.14:14,19-20)
  3. Yesus melihat kebutuhan orang banyak akan figure kepemimpinan.—‘Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala, lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka’ (Mark.6:34)

BELASKASIHAN/KEPEDULIAN KITA DIBANGKITKAN DENGAN DOA MEMOHON PERTOLONGAN DENGAN SIKAP YANG MERENDAH

  1. Hamba yang berhutang besar. –‘Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya’ (Mat.18:26-27)
  2. Dua orang buta yang berseru.—Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami…maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia’ (Mat.20:30,34)
  3. Orang kusta yang berlutut dan memohon.—‘Seorang yang sakit kusta dating kepada Yesus, dasn sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuanNya, katanya:Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya; Aku mau, jadilah engkau tahir’ (Mark.1:40-41)
  4. Seorang ayah berteriak minta pertolongan, dengan airmata.—‘Segera ayah anak itu berteriak:Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini! Ketika Yesus melihat orang banyak makin dating berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kataNya: Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!’ (Mark.9:24-25)
  5. Anak pemboros yang bertobat dan memohon belas kasih.—‘Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia’(Luk.15:20)

UNTUK MENIMBULKAN BELASKASIHAN, PERLU ADA KEMAMPUAN UNTUK MENEMUKAN ADANYA SUATU KEBUTUHAN.

  1. Yesus menarik turun kuasa ilahiNya untuk memberi orang banyak makan.
  2. Orang Samaria menarik keluar harta perbendaharaannya untuk pengobatan
  3. Kita perlu menarik turun juga dari Bapa sumber-sumber ilahi demi kebutuhan sesama terpenuhi. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 2 Kor.9:8 ‘Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara…membantu kekurangan orang kudus’ Rom.12:10-12 Berilah, maka hal itu akan ditambahkan kepadamu

BELAS KASIH ITU MERUPAKAN SUATU RESPON YANG NORMAL TERHADAP SUATU KEBUTUHAN YANG MENDESAK

  • Mohon pertolongan adalah satu indikasi adanya kerendahan hati dan saling kebergantungan. Kebanyakan orang menolak diketahui orang lain bahwa ia pribadi yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam satu sisi ini ada benarnya untuk memiliki ketergantungan hanya kepada Tuhan, tapi dalam satu sisi lain sebenarnya bisa juga orang ini belum tahu merendah dan mengakui masih memiliki ketidak mampuan pribadi dalam memenuhi kebutuhan dari kebutuhan mendesaknya. ‘ Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Yak.3:6
  • Menolak memenuhi keperluan saudaranya hanya akan menutup aliran kasih surgawi bagi dirinya.—‘Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap ada di dalam dirinya? 1 Yoh.3:17
  • Orang kaya didesak untuk menyalurkan dana kepada mereka yang sangat memerlukan.—‘Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada suatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan kepada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan pada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. 1 Tim.6:17-18

PERINTAH ALLAH AGAR KITA BERBELAS KASIH

Bagi kita sebagai orang kerajaan Allah di muka bumi ini, belas kasih bukan merupakan anjuran supaya kita bisa melakukannya tapi justru cenderung sebagai perintahNya.

  1. Milikilah belas kasihan kepada satu sama lain. –‘Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan/having compassion one of another, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.’ 1 Pet.3:8-9
  2. Kenakanlah belas kasihan.—‘Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain,, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.’Kol.3:12-13
  3. Milikilah belas kasihan, jadilah orang yang berbeda! –‘Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu. Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

KEMBANGKANLAH HATI YANG BERBELAS KASIH!

  1. Fokuslah pada besarnya hutang kita yang dihapuskan oleh Allah kita.—Akan sangat mudah menutup pintu hati kita untuk tidak menunjukkan belas kasih kepada mereka yang menyerang kita yang padahal tabiat kita ini sudah seharusnya berubah karena hutang kitapun begitu besar kepada Allah. Seorang hamba yang jahat yang dihapuskan seluruh hutangnya sangat disayangkan tidak memiliki belas kasih yang sama yang perlu dilakukan kepada orang yang berhutang kepadanya yang sebetulnya jauh lebih kecil, ini bisa disebabkan ia tidak merendahkan diri dengan benar untuk memintakan belas kasihan, karena sewaktu ia datang, ia meminta perpanjangan waktu agar ia bisa melunasinya. Karena itu ia kurang bisa menghargai belas kasih yang dia terima sehingga ia juga tidak bisa menghargai belas kasih yang seharusnya ia berikan.. ‘Hal kerajaan Surga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia memulai perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya, sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika ia keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan, tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu, kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.’ Mat.18:23-34
  2. Luaskanlah daya tampung hati ini dengan memiliki daftar permohonan doa orang orang. Semakin luas hati kita, semakin besar belas kasih dapat beroperasi melalui hidup kita. ‘Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku’ Maz.119:32 Paulus mendesak orang-orang Korintus untuk memperluas hati terhadap saudaranya sendiri dan terhadap bapa rohaninya juga sebagaimana diapun meluaskan hatinya untuk orang Korintus. 2 Kor.6:1-13 Satu cara Paulus yang nyata bagaimana ia meluaskan hati ada belas kasih adalah dengan menuliskan pokok-pokok doanya secara rinci. Fil1:4 Ia membawa dan mengangkat jemaat dalam doa hariannya beserta dengan nama para pemimpinnya. 2 Kor.11:28
  3. Mengubah penderitaan pribadi menjadi belas kasih bagi orang lain.—Sebenarnya setiap orang percaya dipanggil untuk mengalami penderitaan. ‘Sebab untuk itulah kami dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya’ 1 Pet.2:21 Satu tujuan dari penderitaan yang dialami sebenarnya supaya kita mengenal belas kasih Kristus! Dengan memahami bagaimana orang lain merasakan saat mereka mengalami penderitaan, kita dapat memberikan kepada mereka penghiburan karena kita telah mendapatkannya dari Tuhan, ‘ Allah yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah’ 2 Kor.1:4
  4. Berusaha melakukan yang baik untuk siapapun kita bertanggung jawab. Belas kasih adalah satu karakter yang ada Tuhan Yesus yang tinggal di dalam diri kita, sehingga dapat mengekspresikan kasihNya dengan murni, dan semua orang percaya diperintahkan menyalurkan kasih terhadap sesamanya dan kepada orang lain juga. ‘Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman’ Gal.6:10

EVALUASI PRIBADI TENTANG SEBERAPA BERBELASKASIHNYA KITA.

    • Tergerakkah hatiku oleh belaskasih saat aku melihat orang sedang menunjukkan betapa ia membutuhkan Yesus?
    • Adakah aku mulai berdoa untuk Bapa mengirimkan pekerja-pekerja di ladangNya yang belum digarap?
    • Saat seseorang memiliki kebutuhan, adakah aku berkata: Beritahu aku supaya aku bisa tolong! Sementara berharap ia tidak menghubungiku? Atau adakah aku mencari peluang untuk belas kasih ini timbul di dalamku?
    • Saat aku melihat orang tidak mampu, adakah aku ada dorongan untuk membantunya?
    • Adakah aku mempersiapkan sumber daya dan atau ketrampilan yang segera akan berguna sebagai benih kehidupan bagi sesama kita?
    • Siapakah orang terakhir yang baru kutolong, dan bagaimana cara aku menolong dia?

Minggu, 01 Februari 2009

Kepekaan " Sensitivity "

Sensitivity vs Callousness

Mampu menangkap adanya ‘luka’ di dalam seseorang oleh karena adanya kasih karunia ‘kesembuhan’ yang telah diterimanya dari Allah


Memahami sikap dan perasaan yang sebenarnya dari orang di sekitar saya



D E F I N I S I


Kata dalam Alkitab untuk sensitivity adalah lembut hati. Alkitab menginstruksikan kita untuk “ Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” Ef.4:32. Kata bahasa Yunani untuk kelembutan adalah eusplagchnos, eu berarti bagus, baik dan splagchnos berarti murung dan usus/isi perut.


Kata kata eusplagchnos menggambarkan belas kasih atau sympathy , kasih yang bersumber dari dalam seperti kemurahan atau belas kasihan. Eusplagchnos diterjemahkan sebagai penyayang, dalam 1 Pet.3:8 “ Hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara saudara, penyayang dan rendah hati”


Allah membalas raja Yosia karena memiliki kelembutan hati: “Oleh karena engkau sudah menyesal dan merendahkan diri ……….sebab itu, matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini” 2 Raj.22:19-20

Kata lembut hati dalam bahasa Ibrani disebut r a k a k dan berarti menjadi lunak.

Lawan kata dari kelembutan adalah kekerasan hati. Pemazmur menyatakan, “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suaraNya! Jangan keraskan hatimu” Maz.95:8

Instruksi itu diulangi kembali oleh penulis Ibrani pasal 3:8,15


Kata bahasa Ibrani untuk keras hati adalah qashah yang berarti tebal, bodoh, tegar hati, keras, kasar, memberatkan, kaku. Sedang dalam bahasa Yunani adalah skleruno yang artinya menjadi keras kepala, susah berubah



SEORANG RAJA MENGEMBANGKAN KEPEKAAN

Yosia berusia 8 tahun pada waktu ia duduk di pemerintahan kerajaan Yehuda, namun dalam Alkitab tercatat sejarah bahwa sebelumnya tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia! Baca 2 Raj.23:25 .Berdasarkan catatan, kunci kepada kebesarannya adalah justru pada kerendahan hatinya. dia bertujuan menyukakan hati Allah. Kesimpulan dari Allah atas kehidupan dan pelayanan Yosia adalah di ayat 2 “Ia melakukan apa yang benar di mata Allah” 2 Raj.22:2 Sebagai seorang anak laki laki yang masih kecil, Yosia menetakan hati untuk mengikuti Tuhan di dalam jalan yang juga Daniel tetapkan untuk tidak mengikuti kebiasaan orang kafir.


Dia memilih pola hidup dalam naungan pembapaan yang benar, mudah bagi Yosia untuk melakukan yang salah seperti ayah dan kakeknya, namun ia memilih bapa leluhurnya yang beriman yakni Daud. 2 Raj.22:2 Ia menjadikan kehidupan Daud menjadi pola bagi dia sebagai kehidupan yang benar dan saleh, yang dia ketahui sangat berkenan kepada Tuhan.


Dia jaga hati untuk tetap focus pada Tuhan. Yosia menjaga keseimbangan dalam hidupnya dengan rajinnya ia iring Tuhan, tidak mau menyimpang ke kanan atau ke kiri. Dia memulihkan tempat penyembahan, setelah delapan tahun memerinyah, ia memulai program renovasi bait Allah dan membangkitkan kegerakan penyembahan sebagaimana telah ditetapkan Allah . Iapun menghimpun sumber daya keuangan untuk semua itu dapat terwujud. :5


Dia sangat merendahkan dirinya saat mendengar FirmanAllah. Yosia sangat menghargai bunyi pesan yang terdengar olehnya. Responnya sangat cepat menanggapi pesan pesan Firman :11


Dia menjadi peka terhadap ketidakberesan pendahulunya di hadapan Tuhan. Menyadari adanya murka yang ditimbulkan nenek moyangnya ini, Yosia mencari petunjuk Tuhan baginya, bagi rakyat dan seluruh Yehuda. :13



ALLAH MEMBALAS ORANG – ORANG YANG LEMBUT HATINYA

Pada saat Yosia memerintahkan orang untuk mencari petunjuk Tuhan dalam perkara ditemukannya Taurat Tuhan di dalam Bait Allah, maka Tuhan justru berfirman kepada Yosia melalui seorang nabiah yang bernama Hulda melalui pesuruh-pesuruh Yosia, “ ..bahwa karena hatimu yang lembut dan telah merendahkan hatimu pada waktu mendengar apa yang terucap…, dan engkau telah mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapanKu, Akupun telah mendengarnya” 2 Raj.22:19



KOMITMEN KHUSUS, SAYA AKAN . . .

1. MENDENGARKAN ORANG LAIN DENGAN PENUH PERHATIAN

2. MEMPERHATIJKAN EKSPRESI WAJAH ORANG

3. MEMPERHATIKAN NADA SUARA

4. BEREMPATI DENGAN KEADAAN ORANG LAIN

5. MENUNJUKKAN BAHWA SAYA BENAR BENAR PEDULI



30 pokok doa bagi pasangan hidup ANDA.

  1. Penyerahan totalnya kepada Kristus
  2. Kesungguhannya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan
  3. Memiliki hikmat, dalam memandang diri, pasangan hidup ataupun seisi rumah tangganya sebagaimana Allah kehendaki.
  4. Pertumbuhannya dalam roh kelemah lembutan dan roh kerendah hatian
  5. Memiliki hati yang haus dan lapar untuk mendekat kedalam hubungan yang erat dengan Tuhan
  6. Memiliki pemahaman posisinya di dalam rumah tangga, serta peranan seisi rumah tangganya
  7. Memiliki prioritas utama dalam membagi waktu sehingga ia dapat berdoa, merenungkan firman, menyembah Tuhan sampai kokoh
  8. Memiliki kesadaran penuh sebagai orang yang berkemenangan dengan mental teguh tanpa bisa di intimidasi oleh musuh
  9. Mengalami kesempurnaan kasih Allah yang telah berkorban baginya sehingga ia dapat mengalirkannya kepada seisi rumah tangga
  10. Memiliki komitmen kesetiaan, dalam kemerdekaan kepada pasangan hidupnya tanpa tergoda dengan pribadi lain
  11. Dapat sepenuhnya menerima pembentukan Tuhan sebagai pribadi yang utuh dan memahami perbedaan suami dan isteri yang saling melengkapi.
  12. Dapat menumbuhkan keintiman dalam hubungan yang jujur dan tulus, mencapai kepekaan saling pengertian untuk mencapai kesatuan roh
  13. Membuat pernikahan sebagai prioritas untuk menerima aku yang dicintai sebagai pribadi yang utuh, dalam hal rohani, emosi dan jasmaniah sepenuhnya
  14. Memiliki kepekaan sebagai pribadi sebagai apa di dalam rumahnya ini
  15. Kesediaan dipimpin ataupun memimpin sesuai fungsi dalam mezbah keluarga
  16. Kesediaan bersatu memproteksi keluarga dari racun setan dan dunia
  17. Peka terhadap kebutuhan anak-anak dan menguatkan mereka serta melakukan apa saja bagi pertumbuhan rohani dan emosi serta jasmaniah anak-anak
  18. Mengerti cara mengekspresikan kasih serta penerimaan terhadap masing-masing anak, mencari kesempatan dapat memuji serta mengokohkan mereka dan mampu berkomunikasi dengan indah.
  19. Mampu untuk memberikan waktu yang berkualitas serta jumlah waktu yang memadai bagi keluarga
  20. Memiliki kasih sayang serta konsisten mendisiplin anak tanpa terpancing untuk memarahi anak
  21. Bertumbuh dalam kelembutan serta mempraktekkan maaf memaafkan dalam keluarga
  22. Mempercayakan semua anak kedalam pembelaan Tuhan
  23. Bijak dalam mengatur keuangan keluarga dan menepati persembahan persepuluhan sebagai meterai segala perkataan Bapa bagi keluarga
  24. Memohon perlindungan dan penyertaan Tuhan dalam segala hal hari ini
  25. Memahami tujuan hidup yang jauh lebih besar dari sekedar keperluan dan bergerak searah visi dan misi
  26. Mengaplikasikan iman dan kasih serta pengharapan dalam kehidupan sehari-hari
  27. Hidup yang fokus pada Tuhan yang membentuknya tanpa membanding-banding dengan orang lain
  28. Memahami segala bentuk cobaan, tantangan serta ujian yang menyakitkan sebagai sarana Tuhan membentuk manusia roh makin matang
  29. Mengalami sukacita Tuhan yang bermakna dalam kehidupan karena turut campur tanganNya dalam hidup pribadinya dan seisi keluarga.
  30. Dapat mengalami berkat Allah dalam kesehatan dan kekuatan jasmaniah


Pekalah terhadap kebutuhan adanya sentuhan kasih dari anggota keluarga

Beragam cara orang mengekspresikan dan menerima kasih sayang.

Dr. Gary memberitahukan ada 5 bahasa kasih-sayang

  • Kualitas waktu
  • Kata-kata penegasan
  • Pemberian-pemberian/hadiah berarti
  • Tindakan melayani
  • Jamahan/sentuhan kasih

Praktekanlah kepekaan di kantor,

  • Mengingat firman yang menjadikan anda kepala dan bukan ekor, sebagai contoh jika anda. Sebagai atasan jangan terbiasa mempekerjakan pegawai melebihi waktu yg menyita harmoni kehidupan pegawai anda, sebagai bawahan mendorong atasan dengan menulis saran apa yang berguna dan memahami tekanan yang dihadapi atasan/majikan serta berperan aktif membantu apa yang diperlukan.

Praktekanlah kepekaan di Gereja,

  • Memahami jadwal pelayanan para pelayan Tuhan tidak merusak harmoni keluarga, memahami keterbatasan serta kelebihan, sehingga tidak menuntut sesuatu yang lebih dari mereka
  • Mendidik anak-anak sendiri sehingga tidak berisik dengan celoteh dan teriakan mereka sehingga dapat mengganggu Pelayan Tuhan melayani dan mengganggu jemaat menyerap impartasi rohani
  • Memberikan perhatian dengan takaran dan melalui respon yang terbaik kepada pelayan Tuhan yang sedang melayani.
  • Mengundang pribadi atau keluarga ‘pinggiran’ yang masih asing untuk ‘makan bersama’
  • Memberi kartu atau sesuatu kepada mereka yang anda kenal tapi dalam keadaan terluka lalu bawa dalam doa.


Praktekanlah kepekaan di rumah, mengingat keluarga yang sukses itu lebih penting daripada karir/dagang, yakni keluarga yang penuh kasih

  • Menyadari bahwa tabiat anggota keluarga yang melukai hati itu sebagai tanda kebutuhan kasih yang belum terpenuhi
  • Memperhatikan saat anggota keluarga membutuhkan kata pujian untuk menghindarkan problema lain timbul
  • Menangkap adanya luka hati, rasa bersalah dan ketidak setiaan dari anak2
  • Orangtua hendaknya menyadari bila ada benih dari roh yang terluka, yang dapat menimbulkan pemberontakan
  • Waspadai adanya kata-kata kasar yang dapat melukai hati satu dengan yang lainnya


PEKA TERHADAP 20 KEBIASAAN ORANGTUA MENDORONG ANAK JADI PEMARAH

  1. Orangtua meneladani sebagai pemarah Ams.22:24-25
  2. Orangtua yang tidak harmoni Kej.2:24; Ibr.12:15
  3. Mendisipli anak terus menerus dengan amarah Maz.6:1 Maz.38:1
  4. Tidak konsisten mendisiplin anak. Pkh.8:11
  5. Orangtua berstandar ganda. Mat.23:1-4; Fil.4:9
  6. Tidak diijinkan saat bersalah. Mat.5:23-26; Ayb.32:2; Yak.5:16
  7. Selalu mencari-cari kesalahan anak. Ayb,32:2-3
  8. Membalikkan aturan yang Allah berikan. Kej.3:26; Ef.5:22-24
  9. Tidak menanggapi pendapat anak atau cerita dari anak. Ams.18:13,17
  10. Membanding-banding anak. 2 Kor.10:12
  11. Tak memiliki waktu untuk anak. Ef.5:18
  12. Anak tidak suka dipuji. 2 Kor.2:6-8; Wah.2,3
  13. Orangtua tidak suka menepati janji Mat.5:37; Kol.3:9; Maz.15:4
  14. Mencaci anak di depan orang lain. Mat.18:15; Yoh.21:15-17
  15. Orangtua memberi terlalu banyak kebebasan. Ams.29:15; Gal.4:1-2
  16. Orangtua terlalu strick/keras Yak.3:17
  17. Anak dijadikan bahan lelucon. Ayb.17:1-2
  18. Menghajar anak keterlaluan. 1 Tim.3:3; Tit.1:7
  19. Memanggil nama dengan nada buruk Ef.4:29
  20. Mengharapkan dari anak yang tidak realistis. 1 Kor.13:11


EMPAT PERTANYAAN YANG BAIK UNTUK DIPIKIRKAN

  1. Dapatkah kita membedakan dan menangkap perasaan2 dengan benar dari keluarga serta teman2 tanpa bertanya kepada mereka?
  2. Adakah kita waspadai kondisi kerohanian mereka yang menjadi tanggung jawab kita
  3. Adakah kita suka mengalami saat-saat dimana pikiran kita berkata segalanya beres padahal roh kita berdegup keras ada sesuatu yang keliru?
  4. Pernahkah kita diberi anugrah yang membuat kita belajar dapat menemukan kebutuhan utama kita ?

EVALUASI PRIBADI SEBERAPA PEKA DIRI ANDA

  • Adakah aku mencari wajahNya dengan sungguh sungguh?
  • Adakah aku masih membiarkan kepahitan dan ketidak benaran yang mengakibatkan kemasabodohan kepada sesama?
  • Adakah hubunganku terputus dengan seseorang yang ada dalam keluargaku ini?
  • Apakah aku telah menaruh diriku dibawah pembapaan dengan benar, dengan menyerap penuh sebagai gaya hidupku yang baru?
  • Apakah aku sudah memiliki waktu dan tempat perjumpaanku yang menetap dengan Tuhanku?
  • Pekakah aku terhadap suara Tuhan yang berbicara melalui pembacaan firman atau mendengarkan pemberitaan firman?
  • Adakah aku tetap melatih kepekaan rohaniku sendiri terhadap orang orang di sekelilingku?

DAFTAR BACAAN ALKITAB MENGENAI KEPEKAAN


Pebruari 2009

2 Raj.4:8-17 Belajarlah peka dengan kebutuhan dasar sesama kita

Rom.15:1-6 Mulia orang yang sedia menanggung orang lemah

Mrk.6:30-44 Kepekaan mendahului suatu pekerjaan besar yang kita tuntaskan

Ams.13:19-25 Sediakanlah warisan bagi keturunan kita

Fil.4:1-9 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang

Luk.12:54-59 Kepekaan membuat kita menyelaraskan diri dengan musimNya

Hak.8:4-12 Masa bodoh membuat kita tidak akan ada di tempat tujuan

1 Kor.2:6-16 Betapa besar peranan hikmat dalam mencapai destiny

Mrk.7:24-30 Ketentraman yang besar diperoleh karena kepekaan berfungsi

Ams.6:20-29 Jika memiliki benih yang baik itu tepat untuk tanah yang subur

Yoh.4:31-42 Musim apakah yang sedang kita hadapi ini?

Am.5:21-27 Keputusan pribadi berasal dari kepekaan terhadap panggilanNya

1 Sam.4:1-11 Betapa besar sukacita bisa kita alami jika saja peka kehendakNya

2 Kor.2:1-11 Hubungan yang murni dijaga memungkinkan kasihNya nyata

Luk.7:36-50 Marilah kita peka dapat memenuhi kebutuhan Kristus

Ams.18:19-24 Pengkhianatan terjadi saat tujuan utama telah menyimpang

Kis.22:23-29 Janganlah kita bertindak dahulu baru berpikir setelahnya!

Mrk.6:45-52 Sadarkah saudara, siapa yang mesti saudara tolong saat ini?

2 Raj.5:1-12 Menolong dengan pamrih bukanlah cirri pribadi berkarakter Dia

Yoh.12:20-28 Belajar peka diselaraskan dengan tugas dan destiny dari Tuhan

Hag.1:1-14 Pesan apa yang saudara dapatkan dari Tuhan hari ini?

Kel.2:11-15 Panggilan yang kuat datang sulit ditampik, bukan?!

Ef.6:1-9 Ketaatan dan usaha kasih memerlukan kepekaan yang sungguh

Yer.42:1-17 Apakah saudara siap menerima tuntunanNya? Bukalah telinga..

Ams.14:12-18 Kenalilah dengan benar jalan yang menghidupkan itu

Gal.6:1-10 Hukum Kristus yang mesti saudara penuhi, sebagai yang utama

Yer.18:1-10 Betapa pentingnya keputusan, itu menentukan masa depan saudara

2 Raj.2:23-25 Waspada dengan racun yang bisa membinasakan keturunan kita


Maret 2009

1 Kor.9:1-10 Saudara tahukah apa yang menjadi hak dan kewajibanmu?

1 Kor.16:1-9 Pekalah kepada siapa dan apa yang Tuhan mau saudara beri?

Yun.4:1-11 Belajarlah peka seperti Tuhan mengajar Yunus akan kasih

2 Raj.4:29-37 Kepekaan tidak beroperasi dalam keputus-asaan

Ef.5:22-33 Pekalah bagaimana menjalankan hidup berumah-tangga

Mrk.1:40-45 Kasih karunia diberikan memungkinkan kita menolong sesama.

2 Raj.4:18-28 Bersikaplah yang tepat dalam menghadapi segala sesuatu

Luk.21:34-38 Tangkaplah isi hatiNya dalam mengantisipasi keadaan sekarang

Luk.7:1-10 Masih adakah hati yang peka bisa menghargai ‘orang kecil’?

2 Raj.6:8-18 Peranan orang yang peka sangat besar dalam proyek Tuhan

Kis.18:11-28 Kepekaan kita untuk bertindak menajamkan orang lain berperan

Mrk.7:31-37 Perhatikan apa yang sedang kita hidupi, jangan setengah jalan.

Ams.6:16-19 Tahukan saudara apa-apa yang disukai Allah kita?

Kis.9:36-43 Janganlah masa bodoh terhadap apa yang terjadi pada saudaramu

Mrk.8:1-10 Bermula dari kepekaan berlanjut menjadi kekaguman.

Kis.27:1-13 Kepekaan menghindarkan kita dari hal yang tak diinginkan

Bil.22:21-35 Ketidak pekaan sangat mungkin mengakibatkan kerugian besar

Mat.2:16-23 Musuh mau supaya benih yang ada menjadi lenyap

Kis.9:26-31 Tekanan bisa semakin meningkat bila merasa terasing

Yes.4:2-6 Adakah saudara merupakan generasi baru yang dibangkitkanNya

Luk.10:25-37 Kemasa-bodohan merupakan bukti siapa kita sebenarnya?!

1 Kor.3:10-23 Bagaimana dan apa yang harus kita bangun sekarang ini?

Kej.18:22-33 Benar dan tidak benar sangat mencolok perbedaannya

Mat.25:31-40 Berbuat sesuatulah bagi Kristus dengan kepekaanmu

Ams.23:17-21 Harapan selalu ada bagi orang yang takut akan Tuhan

Fil.2:1-10 Hargai dan perhatikan kepentingan sesamamu

Bil.25:1-13 Peranan makin besar kepekaanpun harus makin kuat

Est.1:12-22 Marilah kita tempatkan diri kita sesuai fungsinya

Fil;.2:19-30 Kepekaan menurun kalau hanya memperhatikan diri sendiri saja

2 Tes.3:1-15 Mari kita berdoa dan bekerja dengan ketajaman

1 Tes.5:1-10 Pekalah atas waktu dan waktu apa dalam Roh sekarang ini


April 2009

Fil.4:10-20 Menabur persembahan kasih menuai limpahan kasih

Yak.2:1-5 Orang yang tidak peka sangat terpancing untuk memandang muka

Yak.4:1-6 Waspadai apa yang sedang bergejolak di dalam jiwamu

1 Yoh.2:7-17 Tuhan memberikan perintah yang baru lagi kepada kita

3 Yoh.1:5-12 Ciri punya saudara itu adalah saling tolong menolong dengan tulus