Selasa, 04 September 2007

Tahu Berterima Kasih "Gratefull"

"Menyatakan kepada orang lain melalui perkataan dan tindakan bahwa mereka telah berjasa dalam hidup saya"

Definisi :
Berterima kasih yag benar kepada Allah seharusnya muncul dari satu kesadaran akan ketidak layakan atau ketidak setaraan seseorang dihadapan Allah, bila kita semua menerima hanya karena didasarkan atas apa yang pantas kita terima niscaya kita semua binasa namun hanya oleh 'belas kasihNya yang tak pernah habis kita beroleh hidup' Rat.3:22

Didalam keterbukaan kita dihadapan Tuhan, Dia memberitahukan untuk 'miskin' supaya kita memiliki Kerajaan Allah, sikap inilah yang membuat kita selalu berharap kepadaNya dan sepanjang perjalanan hidup kita slalu berterima kasih kepadaNya atas apapun dan berapapun yang kita terima. Dalam bahasa Yunani disebut "Eucharistos" yang dapat diartikan sebagai "Terima Kasih" dan ini dapat berarti "ingat akan perkenananNya dan bersyukur"

Hati yang berterima kasih 'mengucap syukur' adalah landasan perjalanan orang percaya 'dalam segala hal ucaplah syukur sebab inilah kehendakNya' 1Tes.5:18
Dengan bersyukur dalam segala hal bahkan saat kita mengalami pencobaan yang tak terduga, memiliki kecacatan tubuh, tindakan orang yang merugikan, hidup dalam situasi dan kondisi yang tak bersahabat akan menyebabkan kita bukan saja dapat melampui ujian yang ada tetapi juga akan memperoleh kuasa kasih yang sejati, kedamaian dan sukacita. Maka pentingkanlah roh berterima kasih dan ucapan syukur ini dapat mengalir leluasa dalam hidup kita.

Bagi kita akan sangat mudah berterima kasih saat semua yang baik berdatangan kepada kita, namun berterima kasih yang keluar dari hati terdalam saat pencobaan datang dan menderita dimungkinkan bila kita memiliki kepatuhan dan iman.
Itu sebabnya pahamilah mengapa kita harus berterima kasih dan selalu mengucap syukur ;
  • Segala sesuatu berasal dari Tuhan "Setiap pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna datangnya dari Bapa" Yak.1:17
  • Segala sesuatu adalah demi kebaikan kita, bagi orang yang mengasihi Allah dan hidup dalam roh "Tuhan memberitahukan bahwa ganjaran dan didikan orang tua itu demi kebaikan sang anak, terlebih lagi bila itu datang dari Allah bagi kita" Ibr.12:9
  • Janganlah berkecil hati serta menyesal bila cobaan datang, melainkan anggaplah sebagai sparing partner / lawan tanding dan ujian untuk mengembangkan karakter kita "Saudara saudara, anggaplah satu kebahagiaan apabila kamu jatuh dalam pelbagai pencobaan, sebab kamu tahu ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kurang suatu apapun" Yak.1:2-4
  • Bila kita senantiasa berterima kasih kepada Tuhan dan menerima dengan gembira setiap ujian yang dihadapi, tentunya kita kan mengalami kuasa Roh Kudus yang membuat kita semakin mengasihiNya, bersuka cita dan memiliki rasa damai. Rom.5:3-5
  • Segala sesuatu termasuk ujian dapat membawa kita semakin dekat dan berpengharapan kepada Allah.
3 (tiga) alasan mengapa kita harus Bersyukur kepada Tuhan :
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
2. Bersyukurlah kepada Tuhan karena keberadaanNya yang dahsyat
3. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Dia Setia "selalu melindungi dan menolong".

Orang yang slalu mengucap syukur bahwasannya ia mengerti akan kebaikan Tuhan sekalipun terkadang ia merasa ditinggalkanNya dan tiada pertolongan...

Edit dari pelajaran "Pribadi Berkarakter Kristus" PBK bulan ke 4
GKRHI Isa Almasih "Ventura Building lt.Basement" Jl. RA Kartini - Cilandak.

Kamis, 23 Agustus 2007

Penuh Perhatian

"Menunjukan penghargaan kepada seseorang atau suatu tugas dengan berkonsentrasi penuh"

Definisi Penuh Perhatian :
Qashab, atensi melukiskan penghargaan seorang anak terhadap instruksi orang tuanya.
itu dapat berarti "mendengar sungguh- sungguh".
kata "azan" diterjemahkan "memberi telinga" dan berarti "meluaskan telinga".
kata "shama" melukiskan perhatian kita kepada Allah dan berarti "mendengar dengan jeli".
kata yunani dari atensi adalah "ekkremamai" yang berarti "tertuju pada bibir si pembicara" atau mendengarkan baik- baik. kata ini digunakan dalam perhatian orang banyak yang terpikat ingin mendengarkan Dia, Yesus (Luk.19:48).

APAKAH ATENSI ITU ?
Atensi suatu sikap yang siaga/ siap melakukan apa yang benar dan tepat. Orang yang punya atensi memelihara kontak mata yang baik, dudu tegak, tidak masa bodoh, bisa mencatat juga yang didengar atau meminta penjelesan lebih lanjut. Atensi termasuk "lebih dari mendengar" termasuk kesungguhan hati menimbang saat diberi kesempatan untuk meminta apa yang diinginkan Tuhan, ia cepat meminta agar memiliki hati yang dapat menimbang. Dalam bahasa Inggris "shama" diterjemahkan sebagian understanding (IRaj3:9)

Atensi Menyukakan Allah :
Taukah anda bahwa telinga adalah satu organ pertama yang berkembang dalam kandungan, dan pendengaran adalah satu sistem syaraf yang paling berhenti sampai ajal tiba.
Tanpa Atensi tak mungkin kita dapat menerima Firman Tuhan, kata kata orang tua dan mereka yang berotoritas atas kita.

pelajaran "Pribadi Berkarakter Kristus" PBK bulan ke 1
GKRHI Isa Almasih "Ventura Building lt.Basement" Jl. RA Kartini - Cilandak.

Rabu, 22 Agustus 2007

Kejujuran "Truthfulness"

"Memperoleh Kepercayaan dengan Melaporkan Fakta Secara Akurat dan Benar"

'Kejujuran' dalam berkarya, waktu itu dia berlomba hias buah yang diadakan oleh Sekolah Minggu bertepatan ulang tahun GKRHI Isa Almasih yang ke 14, sesuai kemampuan yang dia miliki tanpa bantuan siapapun dan hasilnya mendapatkan kemenangan.

Kejujuran merupakan karakter yang erat berhubungan antara kehidupan nyata dengan perkataan yang murni dan akurat, bahasa Ibrani dari kata benar adalah 'emeth' dan berarti 'stabil, tentu atau Pasti'

Sumber sumber Kebenaran :
1. Allah (Ul.32:3-4)
2. Yesus (Yoh.14:6)
3. Roh (1Yoh.5:6)
4. Firman (Yoh 17:17)
5. Hukum (Maz 119;142,151)
6. Injil (Kol.1:5-6)

Apa yang dilakukan oleh Kebenaran :
Kebenaran akan membawa kita kepada Kristus, kepada Terang ; akan memurnikan jiwa kita, akan memerdekakan kita, memimpin kita dalam jalanNya, menyempurnakan penyembahan, mentahirkan kita dari kejahatan kita dan Kebenaran akan melanggengkan kepemimpinan.

Iman Sejati adalah Iman yang Melahirkan Kejujuran (Honesty)
Kejujuran meliputi tiga aspek, yaitu jujur kepada Tuhan, jujur kepada diri sendiri atau hati nurani dan jujur kepada orang lain. " Tuhan mengetahui segala sesuatu dalam dirimu yang bahkan apa yang kamu tidak ketahui tentang dirimu sendiri, kamu tidak mungkin dapat jujur kepada diri sendiri kalau tidak bisa jujur kepada Tuhan apalagi jujur kepada orang lain ".

Mengherankan jika kita mengatakan sudah bertobat, sudah diselamatkan oleh Iman namun dalam hidup kita masih penuh dengan kebohongan !!. Jika kita memiliki iman yang sejati akan Kristus, kita akan menjunjung tinggi kejujuran dan ingatlah! Satu kebohongan akan memimpin kepada kebohongan yang lain dan akan terus memimpin kepada kebohongan yang lain lagi serta tak ada habis-habisnya, kecuali Anda bertobat!

Edit dari pelajaran "Pribadi Berkarakter Kristus" PBK bulan ke 3
GKRHI Isa Almasih "Ventura Building lt.Basement" Jl. RA Kartini - Cilandak.

Senin, 02 Juli 2007

Kepatuhan "Obedience"

Kepatuhan kepada orang tua, guru ataupun pemimpin yang bertanggung jawab atas kita merupakan wujud Kepatuhan kepada Tuhan, sesuai pelajaran yang kita dapat dari Gembala sidang GKRHI I'Am.

"Dengan segera dan senang hati melakukan perintah dari orang-orang yang bertanggung jawab atas saya"

Definisi Kepatuhan :
Bahasa asli 'Shama' (ibrani) yang berarti 'dengar baik-baik'; mendengarkan; menyodorkan telinga; mengerti.
Sedangkan 'Hupakouo'; 'Hupo' artinya dibawah; tempat bagian bawah, sedangkan 'akouo' berarti mendengarkan sungguh sungguh; memperhatikan dan menyesuaikan diri terhadap satu perintah dari otoritas yang ada diatasnya.
Kata kedua dari kepatuhan dalam bahasa yunani adalah 'peitharcheo' yang berarti diyakinkan oleh penguasa; tunduk terhadap yang sedang berkuasa.

Murid Yesus memberi pernyataan kepada pemimpin agama yang melarang mereka berkotbah dalam nama Tuhan Yesus "kami lebih taat kepad Allah daripada kepada manusia" (kis.5:29)

Kepatuhan / Taat kepada nama-Nya” sebagai respon dari iman kepada Kristus.
Kata “taat” dalam bahasa Yunaninya hupakoe yang artinya penundukan (submission) atau kepatuhan (obedience), seorang yang taat adalah seorang yang tunduk (tidak membantah) kepada FrimanNya. Konsep taat sama dengan konsep penyerahan total "total surrender" kepada Allah sebagai satu-satunya yang mutlak patut dipercayai dan diimani, Alkitab sebagai satu-satunya fondasi iman Kristen yang paling konsisten, bertanggungjawab dan tanpa salah.

Mengapa anak-anak Tuhan dapat berserah total dan taat kepada Allah ? Karena Allah sajalah satu-satunya yang patut dipercayai sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul Paulus kepada Timotius di dalam suratnya 2 Timotius 1:12, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” Paulus tidak malu sedikitpun di dalam menanggung aniaya, karena dirinya tahu kepada siapa dia mempercayakan hidupnya yaitu kepada Allah yang memelihara hidupnya sampai akhir, adakah kita juga bersedia dengan rela hati menyerahkan hidup kita untuk terus-menerus dipimpin oleh Roh-Nya sehingga hidup kita makin menyerupai Kristus dan memuliakan Allah ?!

Taatilah tuanmu yang ada di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya didepan mereka saja untuk menyenangkan mereka melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Edit dari pelajaran "Pribadi Berkarakter Kristus" PBK bulan ke 2
GKRHI Isa Almasih "Ventura Building lt.Basement" Jl. RA Kartini - Cilandak.